Kilas Sejarah

By Administrator 07 Apr 2014, 13:10:57 WIB

SMK Wahid Hasyim Ponorogo adalah lembaga sekolah kejuruan pertama yang didirikan langsung oleh PC LP Ma’arif Ponorogo pada Mei 2000 dengan nomor SK Pendirian  236/SK/MRF/2000. Beralamat di Jl.. Bhayangkara II/19 Tamanarum Ponorogo Jawa Timur, SMK Wahid Hasyim Ponorogo di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendirian SMK Wahid Hsayim Ponorogo tidak lepas dari semangat para tokoh pendidikan dan ulama Ponorogo yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan terampil sesuai dengan tuntutan zaman.

Awal berdirinya SMK Wahid Hasyim berangkat dari kesadaran akan pentingnya lembaga pendidikan menengah kejuruan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja serta menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era global. Ponorogo yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tradisi keislaman yang kuat dan pusat pesantren besar, seperti Pondok Pesantren Hudatul Muna Jenes, dan beberapa pesantren lain di bawah naungan Nahdlatul Ulama, memiliki potensi besar dalam mengembangkan pendidikan berbasis keislaman dan keterampilan.

Para pendiri SMK Wahid Hasyim Ponorogo menyadari bahwa lulusan madrasah dan sekolah umum sering kali belum memiliki bekal keterampilan teknis yang memadai untuk langsung terjun ke dunia kerja. Karena itu, didirikanlah sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada bidang kejuruan, dengan jurusan pertama yaitu Teknik Mekanik Otomotif, sebagai respon terhadap kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang perbengkelan, transportasi, dan teknologi kendaraan bermotor. PC LP Ma’arif  Ponorogo yang telah lama berkiprah dalam pengembangan Pendidikan Islam, menginspirasi para pendiri untuk menetapkan visi dan misi yang kokoh yakni mencetak insan yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Para pendiri SMK Wahid Hasyim adalah tokoh-tokoh terkemuka di Ponorogo yang memiliki komitmen terhadap dunia pendidikan, antara lain: 1) KH. Masduki Thoyib dari Pondok Pesantren Hudatuil Muna Jenes Ponorogo, seorang ulama karismatik dan pengasuh pesantren yang memiliki visi besar dalam pengembangan pendidikan Islam modern.; 2) H. Saiful Mikdar, B.Sc, seorang akademisi dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman luas dalam manajemen Pendidikan; 3) KH. Drs. Syarwani Maksum, M.Ag, (Ketua PC LP Ma’arif  NU Ponorogo saat itu) seorang tokoh pendidikan Islam yang dikenal dengan pemikirannya yang progresif serta kontribusinya dalam mengembangkan lembaga pendidikan dan H. Samudji, S.H., seorang tokoh masyarakat yang juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di Kabupaten Ponorogo.

Dengan semangat kebersamaan dan cita-cita luhur untuk memajukan pendidikan bangsa, para pendiri ini mendirikan SMK Wahid Hasyim sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan di Ponorogo.

Pada awal berdirinya, SMK Wahid Hasyim Ponorogo memulai kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang sangat sederhana. Ruang kelas masih terbatas, sebagian menggunakan gedung milik LP Ma’arif dan sebagian lainnya meminjam fasilitas pendidikan dari lembaga lain di sekitar Jalan Bhayangkara. Namun, semangat para guru, siswa, dan pendiri tidak pernah surut. Dengan kerja keras dan dukungan masyarakat, SMK Wahid Hasyim mulai menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang menjanjikan.

Jurusan pertama yang dibuka adalah Teknik Mekanik Otomotif, karena melihat kebutuhan besar terhadap tenaga kerja di bidang perbengkelan kendaraan bermotor yang saat itu terus meningkat. Ponorogo dan sekitarnya yang berkembang sebagai kota jasa dan perdagangan memerlukan tenaga kerja terampil untuk menunjang sektor transportasi dan industri kecil menengah.

Kurikulum yang digunakan pada masa awal masih mengacu pada pedoman dari Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Ditjen Dikmenjur) Departemen Pendidikan Nasional. Namun, para pengelola sekolah menambahkan muatan lokal berupa pendidikan keislaman dan budi pekerti untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, sesuai dengan visi LP Ma’arif dan Nahdlatul Ulama.

Dua pekan sebelum proses belajar mengajar, bertempat di rumah Bapak H. Saiful Mikdar, B.Sc. Jl. Anjasmoro Bangunsari kisaran pukul 15.00 WIB bakda asyar, dilakukan pertemuan untuk menentukan susunan dan struktur organisai SMK Wahid Hasyim Ponorogo yakni;

 

SUSUNAN PENGELOLA SMK WAHID HASYIM PONOROGO

TAHUN PELAJARAN 2000/2001

 

Ketua Komite Sekolah

:

H. Samudji, SH.

 

 

Kepala Sekolah

:

Drs. Labib Wiyanto

 

 

Wakasek Ur. Kurikulum

:

Imron Husnussairi, S.T.

 

 

Wakasek Ur. Kesiswaan

:

Purwanto, B.A

 

 

Wakasek Ur. Humas

:

Jauhan Budiwan, M.Ag

 

 

Wakasek Ur. Sarana dan Prasarana dan BP

:

Suyaroh, BA

 

 

Kepala Tata Usaha

:

Anasori

 

 

Bendahara

:

Gunarti

 

 

Nama-Nama Guru

:

  1. Yayuk Winarni, BA
  2. Drs. Moh. Taufik
  3. Dra. Riris Nemawati
  4. Joko Susilo, S.Pd
  5. Pujiono, S.Pd
  6. Nardi, S.Pd
  7. Leo Hadi Yuwono, S.Pd
  8. Imam Mudzakir, S.E

 

 

Caraka

:

Purnomo