MENJAGA HATI DI TENGAH UJIAN DUNIA
SENI MERAWAT DAN MENJAGA KETENANGAN HATI

Gambar : Menjaga Hati
by Wanodya Pangarswari Husnussairi
Dunia merupakan tempat fana untuk para makhluk Allah SWT yang nantinya akan musnah pada hari kiamat. Namun, dunia lah tempat dimana para makhluk berproses untuk menjadi pribadi yang bertakwa, sehingga kelak ia dapat dibangkitkan oleh Allah SWT dengan timbangan amal baik yang lebih berat. Tentu dalam perjalanan menjadi manusia, kita tidak bisa lepas dari segala bentuk ujian dunia. Ujian tersebut bisa berupa kebahagiaan maupun kesedihan. Bahkan di bulan Ramadhan, Allah SWT juga menguji kita lewat kewajiban melaksanakan puasa.
Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana pintu berkah, rahmat dan ampunan dibuka selebar-lebarnya. Segala amal ibadah dilipat gandakan pahala nya sehingga bulan Ramadhan menjadi momentum yang sangat berharga setiap tahunnya. Namun disisi lain, tak dapat dipungkiri bahwa cobaan pasti datang silih berganti. Kita dituntut untuk mampu mengelola hati kita dengan baik. Lalu bagaimana cara agar kita dapat menjaga hati kita dari segala cobaan yang datang?
Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan bersyukur. Cara tersebut memang kadang terdengar klise, namun tak dapat dipungkiri bahwa bersyukur merupakan cara paling ampuh ketika kita dihadapkan dengan ujian. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 152,
Terjemahan:
Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
Disaat kita ditimpa cobaan berupa kesedihan, kita cenderung sulit melihat kepada hal baik disekitar kita. Kadang kita lupa tentang nikmat sehat, nikmat ilmu, nikmat keluarga yang hangat, apalagi saat ini mungkin kita lupa bahwa betapa beruntungnya masih dipertemukan kembali dengan bulan penuh barakah yang melimpah ruah pahalanya. Kita cenderung melihat kehidupan orang lain yang terasa lebih baik melalui suguhan konten media sosial.
Syukur menjadikan kita ingat kembali betapa Allah SWT maha tau atas segala sesuatu yang terbaik bagi setiap hambanya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Luqman ayat 12
Terjemahan
Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
Perintah syukur diatas adalah demi kebaikan manusia itu sendiri. Syukur menjadikan kita pandai dalam memanfaatkan setiap peluang atau hal positif yang ada. Melalui rasa syukur, perasaan sabar juga dapat muncul, sehingga kita menjadi lebih kuat menghadapi segala ujian di dunia. Bersyukur juga dapat melatih kita untuk senantiasa berpikir positif. Pikiran yang sehat dapat melahirkan hati yang kuat.
Marilah dalam bulan yang penuh berkah dan ampunan ini kita memperbanyak rasa syukur kita kepada Allah SWT dan mengurangi banyak mengeluh. Hati yang tenang dapat membantu kita menjalani ibadah dengan totalitas. Mari memaknai bulan Ramadhan sebagai kesempatan emas berinvestasi dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, sehingga kita dapat memanfaatkan waktu di bulan ini dengan sebaik mungkin. (nody)





